Dari dulu, selalu ada pertanyaan bagaimana merencanakan jenis kelamin bayi sesuai dengan keinginan orang tuanya. Sebagai seorang dokter kandungan, saya selalu ditanyakan oleh pasien ‘gimana ya dok biar pengen punya anak laki-laki/ atau perempuan?’ Apa ada trik dan tips khusus?’
Secara medis ilmu embriologi dan reproduksi, jenis kelamin seorang anak ditentukan oleh ayahnya yang diwakilkan oleh sperma sang ayah, apakah sperma X atau sperma Y yang membuahi sel telur si ibu. Jadi sebetulnya jenis kelamin seorang bayi sudah ditentukan pada saat terjadi pembuahan, jauh sebelum jenis kelamin itu terdeteksi oleh USG pada kehamilan 16 mg. Jadi secara logika teori, jika ingin merencakan jenis kelamin bayi Anda maka harus dilakukan sebelum pembuahan/fertilisasi itu terjadi, dan mengusahakan sperma Y yang membuahi jika ingin anak laki-laki dan sperma X jika ingin anak perempuan.
Disarikan dari buku ‘How to Choose the Sex of Your Baby’ dari Dr. Landrum B. Shettles, MD, dan David M. Rorvik. Publikasi oleh Doubleday & Co.; copyright 1984 dan dari berbagai sumber (misc.kids.pregnancy contributor Ana Silva in September 1995).
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, pria menghasilkan 2 jenis perma, sperma X (perempuan) dan Y (laki-laki). Menurut riset, sperma Y lebih keci., lebih lemah tetapi berenang lebih cepat dibandingkan sperma X, yang lebih besar, kuat tetapi lambat bergerak.
Berdasarkan fakta ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ‘dalam usaha’ mendapatkan anak laki-laki atau perempuan:
(1) Aspek yang paling penting adalah waktu berhubungan seks dalam siklus bulanan. Semakin dekat dengan ovulasi, kemungkinan besar untuk dapat anak laki-laki, karena sperma Y lebih cepat bergerak ke arah sel telur. Jika sanggama 3 hari atau lebih sebelum ovulasi, lebih mungkin untuk dapat anak perempuan karena sperma Y akan melemah dan mati, sedangkan sperma X jumlahnya masih banyak saat sel telur dilepaskan. Sedangkan, sanggama dari 2 hari sebelum ovulasi sampai beberapa hari setelah ovulasi, lebih baik untuk kemungkinan anak laki-laki. Sekitar 2 hari-48 jam sebelum ovulasi-kemungkinannya 50/50.
(2) pH vagina juga sangat penting. Suasana asam meningkatkan kemungkinan perempuan, karena asam akan ‘membunuh’ sperma Y yang lemah, dan meningkatkan jumlah sperma X untuk membuahi sel telur. Sedangkan suasana vagina yang basa, lebih kearah laki-laki. Shettles merekomendasikan douche/cuci vagina dengan campuran air dan asam cuka (asam) segera sebelum dilakukan sanggama untuk anak perempuan, dan douche campuran air dan baking soda (basa) untuk anak laki-laki.
(Catatan: Baca dosis formula Shettles untuk campuran larutan ini secara sempurna. Campuran yang salah akan berbahaya. Sebagian wanita secara natural memiliki vagina yang asam dan sulit untuk hamil anak laki-laki).
(3) Posisi sanggama dan dalamnya penetrasi juga penting, karena masalah pH. Semakin dekat dengan pintu masuk vagina, semakin asam suasana vagina. Semakin dalam penetrasi, sperma akan semakin dekat dengan sel telur. Sperma Y yang agresif akan lebih cepat sampai telur
. Jadi penetrasi yang dalam meningkatkan keberhasilan anak laki-laki. Shettles menganjurkan posisi misonaris untuk anak perempuan, dan dog-style jika ingin anak laki-laki.
(4) Orgasme pada pihak isteri. Juga berhubungan dengan pH. Saat wanita mengalami orgasme, tubuh melepaskan zat kimia yang membuat kondisi vagina menjadi basa, sehingga nyaman untuk sperma Y. Dianjurkan tidak orgasme jika ingin anak perempuan!
(5) Jumlah sperma menjadi faktor lainnya. Jumlah sperma yang banyak mengarah ke anak laki-laki. Shettles menganjurkan 3 hal:
- Jika ingin anak laki-laki, jangan berhubungan seks selama 3-4 hari sebelum target date, 1 atau 2 hari sebelum ovulasi! Untuk anak perempuan, sanggama setiap hari dari hari pertama atau H5 selesai haid dan berhenti 3 hari sebelum ovulasi.
- Untuk suami, jika ingin anak laki-laki , pakai underwear yang longgar–boxer (hindari pakaian dalam ketat). Testis butuh suhu yang dingin untuk perkembangan sperma, dan sperma Y sangat memerlukan ini.
- Untuk anak perempuan, suami dianjurkan mandi air hangat sesaat sebelum hubungan intim. “Suhu ruangan’ baik untuk anak laki-laki. Hal yang sama seperti underwear ketat vs boxer–memberikan keuntungan buat sperma X.
(6) Terakhir, jika mencoba untuk anak laki-laki, Shettles menganjurkan sang suami untuk minum kopi berkafein, sebelum melakukan hubungan intim — tidak jelas bagaimana cara kerja dan kenapa, tapi kafein memberikan sperma Y energi tambahan!
Jadi, semua ini adalah hal-hal penting yang bisa Anda coba untuk dipraktekkan. Jika Anda bisa menentukan waktu ovulasi dan mengikuti aturan yang ada di buku ini, Dr. Shettles mengklaim keberhasilan 70-75% untuk anak perempuan dan 75-80% untuk anak laki-laki. As you see, it’s not 100%!!!
Shettles juga menganjurkan ‘praktek’ selama 3-6 bulan untuk menjalankan aturan main ini dengan benar
Perhatian: Informasi ini dikumpulkan dari berbagai sumber yang diusahakan lengkap dan akurat. Tidak ada jaminan untuk keberhasilannya. Bukan suatu advis medis. Untuk lebih jelasnya silakan konsultasikan dengan dokter Anda.
Just for a note:
Many of Shettles’ methods are also valid (and scientifically accepted) methods for increasing or decreasing overall fertility. Paying attention to the following elements is certainly relevant:
# A key to increasing fertility overall is charting time of ovulation during every monthly cycle. The three most common methods for determining ovulation are:
* (1) charting basal body temperature (BBT)
* (2) charting changes in cervical mucus
* (3) using an ovulation test-kit. There are many good resources for obtaining information on all these methods, and on increasing fertility in general.
# Regarding sex selection in particular, it is beyond question that having sex very close to the time of ovulation is an important way to increase the overall odds for conception. Other methods that are known to increase odds for conception include: deep penetration at the time of ejaculation; for women, having an orgasm together with or following the man’s orgasm; for men, wearing boxers instead of briefs; and for men, avoiding hot baths or hot tubs.
# As you’ll note, all of these also correspond with methods that favor boys, according to Shettles. In fact, he cautions that conceiving a girl may take considerably longer than conceiving a boy, *and* may take longer than conceiving using no techniques at all.
The Point: If you have trouble conceiving in general, or think you might have such trouble, the techniques for choosing a girl baby might not be for you — unless you’re willing to be patient!
Taken from many sources. http://www.childbirth.org/articles/sex.html